Pages

Subscribe:

Sunday, September 23, 2018

Belajar dari Kesedihan



 Ya sesuai dari judul diatas belajar dari kesedihan,  bukan cuma belajar dari kesalahan saja,  kesedihan mampu kita pelajari untuk menjadi umat yang takwa dan mendapatkan ridha Allah.


     Pikiran saja bagaimana sih belajar dari kesedihan? Agak aneh atau gimana 🤔  Kita mulai untuk membahas dari belajar dari kesedihan kemudian beranggapan bahwa semua kesedihan itu tak semua menyakitkan tetapi malah menimbulkan sesuatu yang bermanfaat, begitu juga yang dinamakan kesedihan yang bermanfaat.



So,  apa yang kalian bayangkan tentang kesedihan Yang bermanfaat?  Kalian pasti pernahkan selama hidup didunia ini merasakan kesedihan dan kebahagiaan yang saya akan bahas yaitu tentang kesedihan tak hanya itu tetapi kesedihan yang memang menghasilkan manfaat.


Sedih?  Sedih karena diputus pacar,  sedih karena tidak diberi uang jajan?  Sedih dicuekin gebetan?  Sedih karena ngga punya uang alias bokek?  Iya ya, tetapi kalian perlu adanya intropeksi diri dari kesedihan yang kalian alami, karena kesedihan itu tak semuanya buruk tetapi dapat bermanfaat, kalaupun kalian sedih gara - gara diputus pacar udahlah tinggalin yang mengganggu kehidupan tidak perlu ada kesediha.


Apalagi kalian yang jomblo? 😂 Pastinya kalian merasa minder atau bagaimana gitu, berprasangka baik saja terhadap Allah jika jomblo itu mengasyikkan, dari pengeluaran uang sedikit terus terhindar dari dosa, dapat canda ria sana sini, kebanyakan orang luar disana yang tidak jomblo merasakan hal yang mungkin kurang dihatinya sari yang rindu,  dari yang sedang beranteman. Itulah yang menyebabkan dosa pula.






     So,  apasih kesedihan yang bermanfaat itu? Cintohnya gimana? Syarat apa juga yang dapat memunculkan kesedihan sebagai hal yang bermanfaat.


Jadi, kesedihan yang bermanfaat itu yang berasal dari iman begitu juga terdapat rasa takut kepada azab Allah jikalau kita melakukannya, kemudian menyesali dosa - dosa karena berniat dan khusyuk dalam bertakwa dan pendekatannya kepada Allah.



Contoh yang dapat kalian renungkan yaitu kesedihan dalam mengingat Allah,  kesedihan mengingat dosa, kesedihan karena mengingat neraka,  kesedihan untuk mendengarkan nadihat.


     Begitu juga bagaimana sih syarat dari kesedihan yang bermanfaat:


1) Kesedihan yang meringankan beban perasaan


    Hal ini dimaksudkan bahwa semua kesedihan tak semua terasa buruk.

   Sebagai contoh kalian mampu berpikir jikalau kalian sedang merasa sedih saat mendapatkan nilai ulangan yang kurang baik padahal itu adalah hasil pekerjaan anda sendiri, tetapi dilain orang,  teman anda mencontek dan hasilnya bagus.

   Hal inilah yang dimaksudkan untuk meringankan beban perasaan jika kita menjontek itu adalah kita mampu mengingat bahwa itu adalah hal yang negatif, dan juga sebagai contoh kesedihan karena mengingat dosa.


2) Kesedihan menghasilkan hal yang positif


Sebagai contoh, untuk menggapai semua apa yang kalian inginkan dimasa depan kalian pasti akan berusaha untuk menggapainya dengan berbagai macam cara, dari terus berusaha dan disertai doa kepada Allah kemudian bertawakal dan berpikir positif untuk semuanya diserahkan kepada Tuhan Yang Maha Esa.


3) Kesedihan mampu memotivasi untuk meningkatkan amal shaleh


Dari pernyataan diatas kita tahu bahwa sebuah motivasi tidak hanya datang dari orang - orang hebat diluar sana tetapi dapat datang dari diri sendiri dari apa yang pernah kita alami.

Kesedihan memotivasi untuk meningkatkan amal shaleh, dari kesedihan kita belajar positif untuk menghasilkan hak yang bermanfaat.

Sebagai contoh, sedih karena takut mengingat kematian, untuk kemudian bertobat, yang dulunya tidak solat malam ( lail ) menjadi rajin solat malam, yang jarang membaca Al-Qur'an menjadi semangat hingga sering membacanya,  yang dulunya tidak puasa sunah menjadi tertarik puasa sunah sebagai takutnya seseorang terhadap mengingat kematian, sehingga kessdihan mampu sebagai cara seseorang takut terhadap azab Allah sehingga dapat khusyuk dalam pendekatannya terhadap Allah SWT.

0 comments:

Post a Comment